Ketua DPRD Kota Samarinda Berikan Pembekalan Demokrasi Pancasila kepada Calon Paskibraka 2026

SAMARINDA — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda hadir menjadi narasumber utama dalam kegiatan pembekalan bagi 42 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Samarinda Tahun 2026. Kegiatan resmi yang mengusung tema besar “Membangun Karakter Kepemimpinan, Wawasan Kebangsaan, dan Semangat Bela Negara” ini diselenggarakan di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda pada Kamis, 16 Juli 2026. Kehadiran pimpinan legislatif tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman esensial mengenai peran vital generasi muda dalam merawat dan membangun sistem demokrasi bangsa yang berlandaskan nilai-nilai falsafah negara.

Peserta yang mengikuti pembekalan ini merupakan putra-putri terpilih tingkat Kota Samarinda yang berhasil lolos seleksi ketat dari kurang lebih 300 pendaftar. Dalam paparannya yang secara spesifik mengangkat tema “Peran Generasi Muda dalam Membangun Demokrasi Berlandaskan Pancasila”, Ketua DPRD Kota Samarinda mengingatkan bahwa capaian sebagai calon Paskibraka di tingkat kota penyangga Ibu Kota Negara merupakan kebanggaan sekaligus batu loncatan yang strategis untuk melatih wawasan kepemimpinan. Untuk memotivasi para peserta, narasumber juga membagikan rekam jejak pribadinya yang pernah menjadi anggota Paskibraka tingkat kecamatan pada tahun 1987.

Secara sistematis, Ketua DPRD menyoroti kekuatan bonus demografi yang tengah dialami bangsa Indonesia. Beliau memaparkan bahwa saat ini 60 persen penduduk Indonesia didominasi oleh kalangan usia muda, yaitu generasi milenial dan Gen Z, yang memiliki keunggulan literasi di dunia digital. Lebih dari itu, pada kontestasi pemilihan umum mendatang, pemilih muda diproyeksikan akan menyumbang hingga 50 persen dari total partisipasi suara yang akan sangat menentukan arah pembangunan daerah maupun nasional.

“Pada tahun 2045 kita akan menuju generasi emas. Artinya, jika umur adik-adik hari ini rata-rata 16 atau 17 tahun… kalian akan berada di usia kurang lebih 35 hingga 40 tahun. Itu adalah masa generasi emas Indonesia untuk memimpin bangsa,” ungkap Ketua DPRD Kota Samarinda saat memberikan pandangan visioner kepada para pemuda.

Materi kemudian difokuskan pada implementasi Demokrasi Pancasila. Demokrasi dijelaskan bukan sebatas sistem pemerintahan, melainkan kebudayaan yang harus dihidupi secara berkesinambungan oleh setiap warga negara. Ketua DPRD menegaskan bahwa landasan demokrasi Indonesia mewajibkan setiap pengambil kebijakan untuk menjunjung etika beragama, menghormati hak asasi manusia, dan selalu mengutamakan musyawarah mufakat tanpa membiarkan adanya dominasi mayoritas maupun tirani minoritas. Setiap keputusan juga diwajibkan untuk berorientasi pada pemerataan keadilan sosial demi kesejahteraan rakyat.

Menghadapi kompleksitas era modernisasi, narasumber juga memberikan catatan khusus terkait berbagai tantangan demokrasi, seperti arus informasi hoaks dan apatisme politik yang kian marak. Di tengah paparan tersebut, peserta diajak untuk memanfaatkan ruang publik digital secara bijak sebagai wadah edukasi politik, serta diimbau untuk menolak tegas segala bentuk praktik politik uang.

Menyikapi pertanyaan dari perwakilan peserta dalam sesi dialog terkait fenomena apatisme politik di kalangan pemuda, Ketua DPRD memberikan penegasan krusial mengenai urgensi partisipasi politik demi menjaga stabilitas negara. “Negara kita ini, bangsa kita ini diatur oleh perpolitikan… Segala keputusan dalam bermasyarakat tidak bisa lepas dari keputusan politik. Oleh karena itu, tidak boleh apatis, harus tahu yang namanya politik,” urai beliau.

Sebagai strategi pengembangan diri, generasi muda disarankan untuk berani keluar dari zona nyaman, mengurangi porsi bermain demi memperbanyak membaca literatur, memperluas jejaring pertemanan sosial, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan kemasyarakatan seperti menjadi petugas penyelenggara pemilu (KPPS). Kepintaran akademis memang dianggap penting, namun kedisiplinan dan keaktifan sosial ditekankan sebagai syarat mutlak karakter seorang calon pemimpin masa depan.

Guna menanamkan rasa optimisme di akhir paparannya, Ketua DPRD Kota Samarinda menitipkan pesan moril yang kuat kepada generasi calon penerus kepemimpinan nasional. “Jangan pernah pesimis. Gantungkanlah mimpimu setinggi-tinggi langit. Kalau perlu, bermimpilah menjadi Wakil Presiden… Di usia remaja ini, kalian berhak punya mimpi besar agar suatu saat bisa terkabul,” tuturnya memotivasi.

Sebagai kesimpulan kegiatan, pembekalan ini menegaskan bahwa generasi muda merupakan instrumen terpenting dan penentu arah masa depan demokrasi Indonesia. Melalui pemahaman kebangsaan yang matang, penolakan terhadap apatisme politik, serta keaktifan berorganisasi yang selaras dengan nilai-nilai luhur Pancasila, calon Paskibraka Kota Samarinda 2026 diharapkan kelak mampu tumbuh menjadi pelopor demokrasi yang sehat, kritis, berjati diri kuat, dan siap menyongsong masa kejayaan Indonesia Emas 2045. [FS/Publ/DPRD/2026]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *